Selasa, 09 Agustus 2016



PLP (Praktik Lapangan Pariwisata)




Pada tanggal 18 April 2016 lalu saya dan teman-teman melaksanakan salahsatu syarat kelulusan yaitu Praktik Lapangan Pariwisata (PLP) ke Bali dan Yogyakarta. Perjalanan dimulai pukul setengah 8 pagi menggunakan bis yang sudah stand by parkiran kampus STBA Yapari-Aba Bandung. Semua peserta menggunakan kaos seragam yang telah disediakan oleh pembimbing. Setelah persiapan telah matang, barulah bis berjalan menuju Bali melalui jalan-jalan serta tol-tol daerah Jawa. Saya pribadi sangat menikmati perjalanan itu, karena saya membawa obat-obat yang biasa saya konsumsi saat saya dalam perjalanan. Saya pun banyak menghabiskan waktu dengan tidur sepanjang waktu. Sedangkan teman-teman saya ada yang ngemil, gitar-gitaran, karaoke, atau sekedar ngobrol dengan teman sebangku mereka. Dalam sehari jadwal makan kami ada 4 kali, tempat makannya pun beragam dan sangatlah bersahabat dengan lidah kami. Hanya satu hal yang menurut saya sangat kurang yaitu kurangnya waktu ke toilet atau Spbu entah saya yang memang banyak minum atau bagaimana tapi begitulah yang saya rasakan. Setelah menghabiskan 2 hari perjalanan darat dan laut, akhirnya kami tiba di Hotel Goodway Resort pada hari Rabu tanggal 20 april pukul 22.00. kebanyakan peserta langsung mandi dan beristirahat karena keesokan harinya akan ada seminar pariwisata di Ball Room Hotel Goodway. 

            Pada pukul 07.00 setelah sarapan pagi, seluruh peserta berkumpul di Ball Room untuk menghadiri seminar pariwisata mengenai daerah Bali. Jujur saja saat itu saya masih sangat ngantuk sehingga konsentrasi sedikit buyar saat menyimak ceramah pariwisata yang dibawakan oleh para narasumber. Akhirnya saya pamit pada teman saya dan meminta keycard agar saya bisa kembali ke kamar dan tidur sebentar sebelum melanjutkan aktifitas kedua yaitu mengunjungi Pura Tanah Lot. Saya selalu excited dengan pantai maka dari itu sebisa mungkin kondisi saya harus kembali fit saat menikmati pantai Pura Tana Lot. Singkat cerita, pertama kali saya menginjakkan kaki di Pura Tanah Lot hati saya sangat senang tak terkira karena Bali adalah salahsatu pulau favorit saya yang hanya saya lihat melalui televisi atau media sosial. Lalu saya melepaskan sendal saya untuk lebih menyatu dengan Pura Tanah Lot ini. Ada banyak pantai yang peserta PLP kunjungi selain Pantai Pura Tanah Lot yaitu: Pantai Kuta, Pantai Jimbaran, Pantai Pandawa. Juga banyak musium dikunjungi seperti Musium Bali, Musium Bajra Sandi. Tak lupa menyebutkan banyak rumah makan enak yang kami kunjungi dan sangat mendukung di sela-sela jadwal kami yang padat. Betapa bersyukurnya saya dan teman-teman yang mengikuti acara PLP Bali ini sebab adanya celetukan kalimat "Praktik rasa liburan" dari ucapan masing-masing teman dan atas bimbingan tulus bapak-ibu dosen yang membimbing kami selama di bus serta membimbing kami menyelesaikan tugas laporan akhir sebelum libur Uas.



Senin, 08 Agustus 2016

   
Penghuni Baru di Rumah

Pada bulan Maret akhir, tepatnya sebelum saya berangkat ke Bali untuk melaksanakan PLP (Praktik Lapangan Pariwisata) saya mendapatkan 3 kucing baru, tapi sekarang hanya 2 kucing karena salahsatu saya beri pada teman karna kebetulan dia mau mengadopsi kucing. Singkat cerita, malam hari saat saya sedang menyetir motor untuk mencari keperluan untuk perlengkapan keberangkatan, dari jauh terkena lampu motor saya melihat 3 ekor kucing kecil sedang duduk diantara semak-semak. Pikir saya saat itu adalah saya takut kucing-kucing itu terlindas kendaraan yang melintas karena posisi mereka ada di bahu jalan raya. Saya pun berdoa, jika saya menemukan mereka kembali setelah saya selesai berbelanja dari mini market, saya akan bawa mereka ke rumah untuk di pelihara. Dan benar! 20 menit setelah saya kembali lagi mereka masih ada disana sedang bermain-main, tanpa pikir panjang, langsung saya ambil semua, mereka berjajar di pelukan tangan kiri saya sambil tangan kanan menyetir motor pelan-pelan. Sesampainya di rumah saya taruh mereka di ember besar untuk tidur. Keesokan harinya saya langsung pergi ke pasar hewan untuk membeli kandang, makanan, sabun dan perlengkapan kucing lainnya. sampai akhirnya tidak terasa kucing-kucing ini sudah ada 4 bulan berada dirumah saya.

Minggu, 06 Desember 2015

British Food


One thing that would probably cause a strike in any country is British food, particularly in most company canteens and restaurants, where everything is served with chips or ice-cream. Of course, British food isn’t always as bad as it’s painted by foreigners. (What can people who eat anything that crawls, jumps, swims or flies, possibly know about real food?). While it’s true that British food is often bland, may look terrible and can make you sick, for most people it’s just a matter of getting used to it. (What’s wrong with a diet of brown sauce, chips, biscuits and tea, anyway?). After all, it’s usually necessary to become acclimatised to the food in most foreign countries.

However, it’s difficult not to have some sympathy with foreigners who think that many British ‘restaurants’ should post health warnings and be equipped with an emergency medical centre. (There’s nothing wrong with British food that a good stomach pump cannot cure). It may come as a surprise to many foreigners to learn that British bookshops are bursting with cookery books and they aren’t all written by foreigners. The UK also has many popular television cookery programmes that usually feature eccentric (and excellent) chefs and scrumptious looking food. The British can console themselves with the knowledge that they (or some of them) at least know how to behave at the table, even if they don’t have much idea what to serve on it.
To compensate for their deficiencies in the kitchen, the British are famous for their love of wine (or anything alcoholic) and are among the world’s foremost (self-appointed) experts on the character and qualities of good wine, although they’re often better talkers than drinkers. In the UK, a wine may be described as having intense aromas and flavours of berries, bramble-jelly, morello cherries, peppery spices, mint, toffee and a hint of honey. The secret of dining in the UK is to drink a lot as, when you’re drunk, most food tastes okay. The British even make their own wine; not only home-brewed stuff made from elderberries and other strange fruit, but also real commercially-produced wine made from grapes! Although it isn’t exactly causing panic among continental wine producers, some of it’s quite palatable.

Socializing In British

You may sometimes get the impression that the British are an unfriendly lot, as your neighbours won’t always say hello and probably won’t drop by or invite you to their home for a cup of tea. (If they offer coffee, invent an urgent appointment!). As an outsider, it may be left to you to make the first move, although if you drop by uninvited, your neighbours may think that you’re being pushy and just trying to sneak a look at their home. Northerners are generally friendly and warm-hearted, particularly when compared with the detached and aloof southerners who won’t usually give you the time of day. If your southern neighbour does condescend to speak to you, he’s likely to greet you with the ritual “How are you?” This doesn’t, of course, mean “How are you feeling mentally, physically or spiritually?”, but simply “Hello”. The questioner usually couldn’t care less whether you’re fighting fit or on your death bed. The ritual answer is (even if you’ve just had a heart and lung transplant) “Fine, thank you – how are you?”

If you wish to start a conversation with your neighbour (or anyone), a remark such as “nice weather” usually elicits a response (particularly if it’s raining cats and dogs). The weather is a hallowed topic and it’s the duty of every upstanding citizen to make daily weather predictions because of the awful hash made of it by the meteorologists. The UK has rather a lot of weather and there’s often rain, gales, fog, snow and a heat wave in the same day (although the weather is always described as ‘nice’ or ‘not very nice’). When it snows, everyone and everything is paralysed and people start predicting the end of civilisation as we know it.
The British stick steadfastly to their Fahrenheit temperature measures and many people haven’t a clue whether 20?C is boiling hot, lukewarm or freezing. The seasons are a mite erratic, but, as a rough guide, winter lasts for around 11 months, with a break of a couple of weeks for spring and autumn, and (in a good year) a couple of days for summer. There is, however, no truth in the rumour that all the world’s bad weather originates in the British Isles (some of it must come from somewhere else!). The British will do anything to escape for a few weeks to sunnier climes (whatever do they find to talk about on holiday when the sky is boringly blue each day?), even going so far as to spend days in an airport lounge for the dubious pleasure of a few weeks in a half-built hotel, bathing in polluted seas and getting sick on foreign food. The fact that no people anywhere have shown such a consistent desire to emigrate as the British may have more than a little to do with the climate.

Kamis, 30 April 2015

Surabi Seubeuh

          Hello Bloggers! wah malam-malam begini enaknya ngemil-ngemil santai bersama teman dan keluarga ya gak sih?!J

Sekarang aku mau memberi review tentang Surabi ini. Check it out! 
  • Kenapa aku namain Surabi ini Surabi Seubeuh?! karena ukurannya yang super gede dan beda dari surabi-surabi lain yang pernah aku coba. Ukurannya itu 2x lipat dari surabi biasa! Wow! gede dong yaaa?
  • Buat kalian yang suka keju,oncom,es krim,coklat dll bisa banget kalian temuin di surabi ini karna itu semua merupakan topping dr surabinya. kategorinya ada 2 , surabi manis dan surabi asin. Tinggal pilih sesuai selera kalian.
  • Untuk harga, kisaran 5k sampe 15k aja teman-teman! Worth it bukan untuk ukuran sebesar ini??!!
  • Untuk rasa kalo dalam angka 1 sampai 10 aku kasih angka 8! pokoknya puas banget! kenyang banget! Seubeuh pisan! kebetulan saat itu aku pesan yang mayonaise,ayam,telur sedangkan adik aku sosis mayonaise telur
  • Untuk lokasi? hmmm rasa nya untuk mahasiswa STBA gak asing dong ya sama tempat surabi yang satu ini, YUP! bener banget! surabi ini adalah surabinya Waroeng Surabi&Bakso Kampung Cihampelas. Surabi ini adalah andalannya dari warung surabi ini soalnya harganya bersahabat dan harga mahasiswa banget teman-teman! "hargana teh harga anak kost pisan" gitu sih kalo kata temen kost aku hehehe.Tapi disini gak hanya surabi aja ko yang bakal kalian temui, tapi ada bakso kampung sama minuman-minuman asik yang nemenin senengnya perut kalian saat makan disini seperti milkshake,kopi arab juga adaloh. oiya sampe lupa alamatnya teman-teman, Jln. Cihampelas no 159A. kalo kalian lagi ada di sekitar daerah STBA kalian tinggal nyebrang aja ya kira 100 meter setelah nyebrang ada plangnya gede banget kok di samping bengkel apa showroom nya Honda gituuu hehehe J